Selamat Datang Di STT HKBP Pematangsiantar

thumb

Seminar Hasil Penelitian “Dampak Teologis dan Sosiologis Penerapan Siasat Gereja / Ruhut Parmahanion Paminsangon HKBP bagi Jemaat HKBP Dame Pematangsiantar”

Pematangsiantar, 17 Oktober 2025 - Sekolah Tinggi Teologi HKBP (STT HKBP) Pematangsiantar telah menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Dosen Program Studi Sarjana Teologi pada hari Senin, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dosen STT HKBP dan dimulai pada pukul 16.00 – 18.00 WIB. Seminar hasil ini bertujuan untuk menelaah dan menyempurnakan proposal, pelaksanaan, serta hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen STT HKBP, guna meningkatkan kualitas riset akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu teologi.

Seminar dipandu oleh moderator sekaligus Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STT HKBP, Pdt. Dr. Jordan Humala Pakpahan, M.Th., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung secara sistematis, kritis dan produktif. Tim peneliti yang mempresentasikan hasil penelitian terdiri atas:

  • Ketua             : Pdt. Joksan M. P. Simanjuntak, M.Th. (NIDN: 2316057201)
  • Anggota         : Pdt. Mixon A. Simarmata, M.Th. (NIDN: 2310087302)
  • Asisten           : Leonardo Pebriadi Simanjuntak (NPM: 22.3835)

Judul penelitian yang dipresentasikan adalah “Dampak Teologis dan Sosiologis Penerapan Siasat Gereja / Ruhut Parmahanion Paminsangon HKBP bagi Jemaat HKBP Dame Pematangsiantar (Suatu Studi Teologi Praktis Perspektif Penatalayanan dan Pembangunan Jemaat.

Penelitian ini mengkaji tentang Gereja dipanggil untuk menjaga kekudusan dan pertumbuhan iman jemaat melalui pengajaran, sakramen, dan penerapan Siasat Gereja atau Ruhut Parmahanion Paminsangon (RPP) HKBP. RPP bukan sekadar aturan, melainkan bentuk kasih yang menuntun umat agar tetap hidup dalam kebenaran dan pertobatan.

Penelitian di HKBP Dame Pematangsiantar mengungkap bahwa mayoritas jemaat memahami RPP sebagai sarana penggembalaan yang memulihkan, bukan menghukum. RPP membantu jemaat menjaga kesetiaan kepada Kristus, memperdalam pemahaman iman, dan memperkuat tanggung jawab dalam pelayanan. Namun, sebagian kecil jemaat belum memahami makna RPP karena kurangnya sosialisasi gereja.

Dari sisi teologis, RPP menumbuhkan kedewasaan iman, ketaatan, dan semangat pengampunan. Secara sosial, RPP mendorong nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan solidaritas di tengah masyarakat. Karena itu, penerapannya perlu terus diperkuat melalui pendidikan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan agar RPP tidak dipandang sebagai aturan yang keras, tetapi sebagai alat kasih Allah yang memulihkan dan menumbuhkan gereja-Nya.

Seminar ini turut menghadirkan dua reviewer internal, yang memberikan masukan terkait metodologi, landasan biblika, dan relevansi temuan penelitian yaitu;

  • Pdt. Morrys Syahputra Marpaung, M.Th.
  • Pdt. Pulo Aruan, M.Th.

Kedua reviewer memberikan apresiasi terhadap upaya tim peneliti atas kerja keras dan komitmen mereka, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis. Reviewer menyoroti bahwa metodologi penelitian masih perlu diperdalam, khususnya melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus agar dapat menggambarkan dinamika nyata penerapan RPP di lapangan.

Kerangka teori juga perlu diperjelas, terutama dalam menjelaskan makna “dampak teologis” dan “dampak sosiologis” secara konseptual serta relevansinya terhadap pendidikan Kristen. Selain itu, batasan penelitian, sistematika pembahasan, dan analisis akhir perlu diperkuat agar hasil penelitian benar-benar menjawab pertanyaan utama yang diajukan.

 

Reviewer juga menyarankan penambahan sumber bacaan teologis dan sosiologis, serta memastikan bahwa revisi laporan tidak menyimpang dari proposal awal. Secara keseluruhan, penelitian ini diapresiasi sebagai karya yang potensial, dan dengan penyempurnaan yang disarankan, diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan bagi gereja dalam memahami dan mengimplementasikan RPP sebagai sarana pembinaan dan pemulihan jemaat.

Seminar ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan STT HKBP. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu yang dibahas, dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan laporan hasil penelitian secara keseluruhan.

Sebagai tindak lanjut, tim peneliti akan melakukan revisi terhadap laporan hasil penelitian berdasarkan masukan dari para reviewer dan peserta seminar. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi kontribusi berarti dalam pengembangan teologi kontekstual, khususnya dalam membangun pemahaman teologis mengenai peran ayah dan penguatan kehidupan keluarga Kristen masa kini.

Secara keseluruhan, seminar ini berlangsung dengan lancar dan berhasil mencapai tujuannya. Sebagai tindak lanjut, tim peneliti akan melakukan revisi terhadap laporan hasil penelitian sesuai dengan masukan yang diberikan oleh para reviewer dan peserta seminar.

 

 

 

#STTHKBP

#LPPMSTTHKBP

#SEMHASDOSEN

#BERIMANBERILMUBERKARAKTER

#HUMASSTTHKBP