Selamat Datang Di STT HKBP Pematangsiantar

thumb

Seminar Hasil Penelitian “Fenomena Fatherlessness dalam Perspektif Teologis”

Pematangsiantar, 22 September 2025 - Sekolah Tinggi Teologi HKBP (STT HKBP) Pematangsiantar telah menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Dosen Program Studi Sarjana Teologi pada hari Jumat, 12 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dosen STT HKBP dan dimulai pada pukul 15.45 – 17.35 WIB. Seminar hasil ini bertujuan untuk menelaah dan menyempurnakan proposal, pelaksanaan, serta hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen STT HKBP, guna meningkatkan kualitas riset akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu teologi.

Seminar dipandu oleh moderator dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STT HKBP, Pdt. Dr. Jordan Humala Pakpahan, M.Th., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung secara sistematis dan produktif.  Tim peneliti yang mempresentasikan hasil penelitian terdiri atas:

  • Ketua: Raulina, D.Th.
  • Anggota: Harminto Sihombing, M.Th.
  • Asisten: Dwi Shinta Rosaline Sitorus

Judul penelitian yang dipresentasikan adalah “Tuhan, Datanglah Sebelum Anakku Mati: Penguatan Tanggung Jawab Ayah dalam Menyikapi Fenomena Fatherlessness Berdasarkan Analisa Naratif Yohanes 4:46–54.”

Penelitian ini mengkaji fenomena fatherlessness—ketidakhadiran figur ayah dalam keluarga—melalui pendekatan tafsir naratif terhadap kisah pegawai istana dalam Yohanes 4:46–54. Penelitian menyoroti bagaimana narasi tersebut merepresentasikan figur ayah yang bertanggung jawab dan rela berkorban demi anaknya, serta relevansinya dengan situasi keluarga masa kini.

Hasil studi lapangan yang dilakukan di HKBP Resort Nagasaribu menunjukkan bahwa mayoritas anak mengalami dampak fatherlessness, baik secara langsung maupun terindikasi, yang memengaruhi aspek emosional, spiritual, dan sosial mereka. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan dari keluarga besar dan komunitas gereja berperan sebagai faktor penyangga yang membantu membentuk ketahanan dan iman anak-anak tersebut.

Seminar ini turut menghadirkan dua reviewer internal, yang memberikan masukan terkait metodologi, landasan biblika, dan relevansi temuan penelitian yaitu;

  • Pdt. Ebeneser Lumban Gaol, M.Si., Ph.D.
  • Pdt. Dr. Wilda P. Simanjuntak, M.Div., M.Th.

Kedua reviewer memberikan apresiasi terhadap upaya tim peneliti atas kerja keras dan komitmen mereka, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis. Reviewer menyoroti bahwa penggunaan konsep fatherlessness masih menimbulkan perdebatan, sebab definisi yang dipakai cenderung bersifat psikologis dan abstrak sehingga sulit diteliti secara sinkron dengan narasi Yohanes 4:46–54 yang justru menampilkan figur seorang ayah yang hadir penuh tanggung jawab. Menurutnya, kajian ini akan lebih kuat jika diarahkan pada konsep fatherhood dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat memengaruhi pemaknaan tanggung jawab seorang ayah. Selain itu, pemilihan responden juga dinilai belum sepenuhnya konsisten, misalnya melibatkan ayah yang belum memiliki anak atau anak yang usianya jauh berbeda sehingga pengalaman psikologisnya tidak sebanding.

Meski demikian, reviewer tetap menegaskan bahwa penelitian ini penting karena mengangkat isu aktual tentang peran ayah dalam keluarga Kristen. Ia mendorong agar tim peneliti mempertajam pendekatan analisis naratif sesuai kaidah metodologis, menambahkan indikator yang jelas tentang fatherlessness, serta mengaitkannya dengan gagasan Familia Dei atau Ecclesia domestica sebagai kerangka teologis-pastoral. Dengan begitu, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada data lapangan, tetapi juga dapat menawarkan konstruksi teologis yang relevan bagi kehidupan bergereja dan keluarga Kristen di era kini. Dengan harapan agar penelitian ini menjadi sumbangan berharga dalam mengembangkan pemahaman tentang tanggung jawab ayah dan pembangunan keluarga Allah.

Seminar ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan STT HKBP. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu yang dibahas, dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan laporan penelitian sebelum masuk ke tahap penelitian lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, tim peneliti akan melakukan revisi terhadap laporan hasil penelitian berdasarkan masukan dari para reviewer dan peserta seminar. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi kontribusi berarti dalam pengembangan teologi kontekstual, khususnya dalam membangun pemahaman teologis mengenai peran ayah dan penguatan kehidupan keluarga Kristen masa kini.