Selamat Datang Di STT HKBP Pematangsiantar

thumb

STT HKBP PEMATANGSIANTAR GELAR WISUDA TAHUN AKADEMIK 2024/2025

Pematangsiantar, 19 Oktober 2025 – Sekolah Tinggi Teologi HKBP (STT HKBP) Pematangsiantar menggelar prosesi Wisuda Sidang Senat Terbuka untuk Program Sarjana Teologi dan Magister Teologi Tahun Akademik 2024/2025 di Gereja HKBP Siantar Kota. Tema wisuda kali ini adalah “Bertekunlah dalam kesaksianmu (Ibrani 12:1), dengan subtema “Wisudawan/ti Diutus menjadi Saksi dan Agen Transformasi menghadapi Disrupsi Digital dan Tekanan Krisis Ekologi.”

 

Acara di pandu oleh Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th sebagai Master of Ceremony (MC), diawali dengan ibadah, yang dilayani oleh Pdt. Putri Priscila Aruan, S.Th, serta Kotbah disampaikan oleh Ephorus GKPS, Pdt. John Cristian Saragih, S.Th., M.Sc. Sidang Senat Terbuka dipandu oleh Padelis, Pdt. Dr. Tumpal Samuel Silitonga, M.Th dan resmi dibuka oleh Ketua STT HKBP, Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th.

 

Sebanyak 127 wisudawan/ti yang diwisuda pada tahun ini, terdiri dari 96 orang Program Studi Sarjana Teologi dan 31 orang Program Magister Teologi. Adapun Wisudawan/ti terbaik yang terpilih berdasarkan nilai dan kelulusan tepat waktu sebagai berikut:

 

Wisudawan/ti terbaik Program Sarjana Teologi:

  1. Jefri Juli Andi Lumbantobing,    Indeks Prestasi (IP) 3,83
  2. Benny O. Hutahaean,               Indeks Prestasi (IP) 3,79
  3. Yohana Gultom                         Indeks Prestasi (IP) 3,78

Wisudawan terbaik Program Magister Teologi:

  1. Daniel Razsekar Panjaitan,    Indeks Prestasi (IP) 3,85
  2. Willian Tendeardo Sinaga      Indeks Prestasi (IP) 3,84
  3. Sebastian Butarbutar             Indeks Prestasi (IP) 3,81

Dalam orasinya, Ketua Sekolah Tinggi Teologi HKBP, Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan/ti beserta keluarga dan jemaat yang mendoakan dan mendukung perjalanan panjang ini. Kiranya capaian akademik yang diraih menjadi dasar yang kokoh untuk pelayanan yang lebih luas, kesaksian yang lebih berani, dan transformasi yang lebih nyata demi kemuliaan Allah dan kesejahteraaan di bumi.

 

Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th menjelaskan bahwa tema wisuda tahun ini adalah “Bertekunlah dalam Kesaksianmu” yang diambil dari Ibrani 12:1. dengan subtema “Wisudawan/ti Diutus Menjadi Saksi dan Agen Transformasi Menghadapi Disrupsi Digital dan Tekanan Krisis Ekologi”. Tema tersebut mengingatkan bahwa iman membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta komitmen yang tidak pernah berhenti. “Wisudawan dipanggil bukan hanya menjadi lulusan akademik, melainkan saksi Kristus yang teguh dalam menghadapi berbagai krisis zaman. Kehidupan iman diibaratkan maraton rohani, perjalanan panjang yang menuntut usaha, komitmen, serta daya tahan gigih menghadapi penderitaan maupun godaan.

 

Beliau juga menekankan bahwa teknologi bersifat netral, tetapi keterlibatan manusia dengannya dapat menimbulkan pergumulan tersendiri. Perangkat digital menciptakan “Fragmented awareness” yang menghambat konsentrasi mendalam dan kohesif, termasuk dalam kehidupan rohani. Penggunaan digital yang berlebihan dapat menekan fungsi kehidupan dan mengendalikan manusia,” ucapnya.

 

Beliau mengajak kepada para wisudawan/ti menjadikan hidup kita sebagai surat kristus yang terbaca oleh semua orang, sebuah kesaksian yang hidup, yang menghadirkan kabar baik di tengah dunia yang haus akan harapan.           

 

Ketua STT HKBP menyampaikan terima kasih kepada pimpinan HKBP, Ompui Ephorus, Sekretaris Jendral, serta Kepala Departemen Koinonia, Marturia, dan Diakonia, yang telah memberikan teladan kepemimpinan, kepercayaan, dan dukungan penuh kepada STT HKBP. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan/ti atas kepercayaan yang diberikan kepada institusi ini, serta kepada dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa.

 

Pdt. Sukanto juga meminta maaf atas berbagai kekurangan dalam pelayanan dan pekerjaan, dengan harapan agar STT HKBP dapat bekerja lebih baik di masa mendatang. Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih kepada panitia wisuda yang telah menyelenggarakan rangkaian acara dengan sangat baik.

Jefri Juli Andi Lumbantobing, wisudawan terbaik Program Sarjana Teologi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan hidup bukanlah untuk dihindari, tetapi dihadapi dengan cinta, seni, dan semangat juang. Ia menekankan pentingnya membangun kehidupan komunitas yang mengedepankan solidaritas, karakter, dan masa depan bersama.

Daniel Razsekar Panjaitan, mewakili wisudawan Program Magister Teologi, berbagi pengalaman tentang perjuangannya menyeimbangkan antara studi dan pelayanan. Ia mengapresiasi STT HKBP sebagai lembaga pendidikan yang memahami kebutuhan para pelayan dan pelayanan.

Perwakilan orang tua wisudawan/ti, Yohana Gultom, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran STT HKBP atas bimbingan yang telah diberikan. Ia berharap para lulusan dapat mengabdi dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan yang lebih luas.

 

Bimbingan Pastoral Ompu I Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., Dalam momen wisuda yang bersejarah ini, memberikan sambutan yang penuh makna. Beliau mengungkapkan bahwa di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), umat manusia diingatkan bahwa ada satu hal yang tidak tergantikan mesin, yaitu hikmat. AI memang mampu mengolah data dengan cepat, menandingi kemampuan otak manusia, bahkan membantu mengambil keputusan berdasarkan analisis. Namun, menurutnya, hikmat sejati tidak bersumber dari algoritma, melainkan dari Allah.

 

“Hikmat bukan sekadar akumulasi pengetahuan, melainkan kemampuan menimbang dengan matang, memutuskan dengan benar, serta menjalani hidup dalam kasih dan kerendahan hati. Hikmat sejati tidak berhenti pada pengetahuan rohani, tetapi terwujud dalam kasih sosial dan kepedulian nyata kepada sesama serta seluruh ciptaan.

 

Ephorus juga mengingatkan generasi muda agar lebih banyak merenung dan bermeditasi dibanding hanya sibuk dengan gawai. “HP boleh di tangan, tetapi Roh Kudus harus selalu di hati; kurangi selfie, perbanyak meditasi.

 

Dalam momentum wisuda ini, Ompu I Ephorus menekankan gelar akademik bukan sekadar simbol, melainkan panggilan menghadirkan teologi yang hidup teologi yang menjembatani iman dan ilmu, doa dan kerja, kasih dan keadilan. Di tengah tantangan zaman seperti penyakit sosial, krisis ekologis, hingga guncangan relasi akibat digitalisasi, Ephorus menegaskan pentingnya tetap berpegang pada kasih Kristus. “Biarlah kehidupan para wisudawan menjadi wujud teologi yang berbicara bukan hanya lewat kata, tetapi melalui kasih yang nyata,” imbuhnya.

 

Sidang senat terbuka STT HKBP dengan acara tunggal wisuda Sarjana Teologi dan Magister Teologi TA. 2024/2025 resmi ditutup oleh ketua STT HKBP Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th. Ketua Pelaksana Panitia Wisuda, Pdt. Dr. Dewi Sri Sinaga. Sekretaris, Pdt. Dr. Wilda Simanjuntak, M.Div. Bendahara, Pdt. Pulo Aruan, M.Th.

Acara wisuda berlangsung dengan khidmat dengan kehadiran orang tua dan keluarga wisudawan/ti, seluruh sivitas akademika STT HKBP, Ompu I Ephorus HKBP, para Preases dari berbagai distrik, perwakilan Yayasan STT HKBP, Dirjen Bimas Kristen, Rektor UHN Medan, Ketua STB, serta pejabat pemerintahan seperti Bupati Toba Effendi Napitupulu dan perwakilan Wali Kota Pematangsiantar Daniel Siregar.

 

STT HKBP Pematangsiantar terus berkomitmen mempersiapkan pelayan gereja yang memiliki integritas, spiritualitas, dan kapasitas untuk menjawab tantangan zaman demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan seluruh ciptaan.

 

 

 

#STTHKBP

#WISUDA

#SARJANATEOLOGI

#MAGISTERTEOLOGI

#BERIMANBERILMUBERKARAKTER

#PANITIADOKUMENTASIPUBLIKASIWISUDA

#HUMASSTTHKBP